Sejarah Desa

Desa Wonorejo – Merupakan satuan wilayah pemerintah yang berada di Kecamatan Polokarto. Desa Wonorejo berdasarkan struktur pemerintahannya merupakan desa /kelurahan yang dipimpin seorang Kepala Desa / Lurah Desa. Ada 2 Kebayanan yang merupakan pembagian wilayah administrasi. Dibawah kebayanan terbagi lagi dalam satuan wilayah administrasi RW yang jumlah keseluruhannya ada 6 RW. Dibawah RW terbagi lagi dalam satuan wilayah administrasi RT yang jumlah keseluruhan ada 30 RT.

Dalam sejarahnya Desa Wonorejo adalah Desa Wonorejo Kecamatan Polokarto Kabupaten Sukoharjo, kami susun berdasar atas riwayat asal usul Dukuh Wonorejo, dari dokumentasi para sesepuh warga Desa Wonorejo, yang tergabung dalam pada Trah Kyai Imam Syuhodo Wonorejo yang telah mendapatkan pengesahan atas kebenarannya dari Kraton Surakarta, dan juga Kraton Yogyakarta :

  1. Trah Sri Susuhunan PB IV Surakarta (RM. Rio Yosodipuro)
  2. Tepas darah Dalem Kraton Yogyakarta (KRT Danidiningrat).

Pengesahan pada tanggal 1 Muharrom 1400 H atau bertepatan dengan tanggal 31 Nopmber 1979 M, sesuai dengan dokumen Trah Kyai Imam Syuhodo tersebut, Dukuh Wonorejo berawal sejak Pemerintahan Kraton Surakarta pada masa Sri Susuhunan PB IV bertahta, diperkirakan pada tahun 1785 M.

Pendiri (cikal bakal) Dukuh Wonorejo adalah Kyai Imam Syuhodo Apil Qur’an, beliau diangkat menjadi Wedono Perdikan dari Sinuhun PB IV dan dianugerahi Tanah Honggobayan (masih berujud hutan) yang berbatasan dengan Tanah Sukowati dan Tanah Keduang, diperintahkan untuk membuka hutan (babat) guna tempat tinggal dan mendirikan Pondok Pesantren dengan Masjidnya.

Kyai Imam Syuhodo diangkat menjadi Ulama Keraton dan sebagai Guru Ngaji Sinuhun PB IV. Tempat dan Pondok Pesantren yang diasuh oleh Kyai Imam Syuhodo ditempat yang baru itu, kian hari kian bertambah jumlah santrinya yang mondok baik dari daerah Kraton Surakarta maupun dari luar, atas perkenan Sinuhun PB IV agar Masjid yang ada (kecil) dirubah menjadi besar dan dianugerahi perkakas Masjid berujud :

  • 1 buah ompak berasal dari bekas Kraton Surakarta.
  • 4 buah Soko berasal dari Kraton Surakarta.
  • 1 buah Ondo (tangga) untuk loteng dari kayu sengkeran dalem dari hutan donoloyo.
  • 1 buah Kubah (Mustoko Masjid) berasal dari Masjid Kraton di Langenharjo.
  • 1 buah mimbar (tempat khutbah).
  • 1 buah lampu katrol dari kaca bersumbu 4 berasal dari Kraton Surakarta.

Masjid Agung Wonorejo dibangun berloteng, yang pada waktu Sinuhun PB IV belajar Al Qur’an kepada Kyai Imam Syuhodo bertempat di loteng Masjid, penyusunan wulangreh buku wulang dalem juga di Masjid Wonorejo. Sinuhun PB IV menyaksikan tempat tinggal dan Pondok Pesantren asuhan Kyai Imam Syuhodo terus berkembang kian lama kian ramai, maka atas perkenan Sinuhun PB IV diberi nama WONOREJO, yanag berasal dari kata WONO berarti hutan dan REJO berarti ramai.

Dengan pengertian tadinya hutan menjadi ramai. Kyai Imam Syuhodo Apil Quran sebagai abdi dalem dan menjabat sebagai Wedono Perdikan dianugerahi nama Raden Ngabehi Imam Syuhodo I, selanjutnya menjadi sesepuh dan pimpinan Dukuh Wonorejo.

Sejarah Desa merupakan suatu hal yang tidak dapat dipungkiri yang membentuk Desa Wonorejo sebagaimana kondisi saat ini. Kondisi yang dialami Desa Wonorejo, telah mencapai perkembangan diberbagai sektor, secara singkat dapat disebutkan :

  1. Merupakan lintasan lalu lintas regional
  2. Kawasan industri potensi lahan pertanian dan perkebunan.

sumber air di Desa Wonorejo menjadikan sumber pengairan utama bagi masyarakat petani disekitar Desa Wonorejo sehingga pada saat musim kemarau dapat menjadi sumber cadangan air yang cukup potensial untuk dimanfaatkan. Iklim di Desa Wonorejo terdapat dua musim yaitu musim hujan dan musim kemarau. Musim hujan terjadi pada bulan November hingga Mei. Musim kemarau umumnya terjadi pada bulan Juni sampai Oktober.

Desa Wonorejo merupakan salah satu desa yang terdapat di perbatasan Desa Klumprit, selain itu masih banyak sumber daya alam yang masih Bisa digali dan dikembangkan, yang diantaranya :

  • Lahan Pertanian yang masih bisa ditingkatkan produktifitasnya apabila ditunjang dengan pengelolaan yang menggunakan teknologi modern.
  • Lahan pekarangan masih belum digunakan secara maksimal sehingga dibiarkan kosong.
  • Wilayah yang merupakan perkampungan sehingga sangat potensial untuk beternak, namun belum banyak yang menyentuh.

Secara lebih terperinci di bawah ini adalah sejarah pimpinan Pemerintahan Desa Wonorejo :

Kepala Desa I       Bapak Piti                       : –

Kepala Desa II      Bapak Sukodiharjo        : –

Kepala Desa III     Bapak Muh Marsimi      : s/d 1985

Kepala Desa IV     Bapak Sumanto            : s/d 1986

Kepala Desa V      Bapak Salahudin,BA    : 1987 s/d 2002

Kepala Desa VI     Bapak Waluyo               : 2002 s/d 2007

Kepala Desa VII    Bapak Rudi Gunawan   : 2007 s/d 2013

Kepala Desa VIII   Bapak Rudi Gunawan  : 2013 s/d 2019

Link Tekait